EAT AND CULINARY DIARY
AYAM GEPREK PENDEKAR
SAJIAN NIKMAT
HARGA MERAKYAT
Hari ini (01/09/2018), aku dan shinta, makan siang di Ayam Geprek
Pendekar.
KAWAN RANSEL sudah pernah dengar namanya???
Kuliner ayam geprek ini konon berasal dari Kota Jogja, kini eksistensinya kian populer dan bisa ditemukan di kota mana aja di Indonesia. Salah satu tempat makan yang menyajikan ayam geprek di Kota Jogja, adalah gerai bernama AYAM GEPREK PENDEKAR. Lokasinya ada di seputaran Kampus Sekolah Tinggi Teknologi Adisucipto, pasnya ada di Jl. Maguwo, Karangbendo, Banguntapan, Bantul, DIY. Gerai AYAM GEPREK PENDEKAR bisa diakses dari Jogja Expo Center (JEC), melajulah ke arah timur melewati simpang 4 ringroad, menuju Jl. Maguwo. Lurus saja sampai melewati tikungan, sekitar 50 meter setelahnya, akan ketemu gerainya di sisi kiri jalan. Tenang saja, ada papan penunjuk berukuran cukup besar dengan warna merah mencolok.
Untuk menuju ke sana, KAWAN RANSEL
juga bisa mengandalkan peta online
lho, supaya nggak nyasar. Sekalian aku lampirkan petanya, nih...
[ Map ]
Sebelumnya, aku sendiri, ‒dan shinta, cukup sering makan siang di Gerai Ayam Geprek Pendekar, karena
lokasinya cukup terjangkau dari kantor kami. Ada beberapa menu
yang jadi favoritku, makanya ulasan tempat ini aku tulis di blog... Sebelum bahas
menu kesukaanku, tengok
dulu yuk menu-menu yang ditawarkan...
Menu utama di gerai Ayam Geprek Pendekar
tentu ayam geprek, ‒ayam berbalut tepung yang dioreng crispy, lalu digeprek (dimemarkan) bersama dengan racikan sambal bawang
mentah hingga ayam
menjadi sedikit hancur, membuat sensasi unik, cita rasa ayam pun menjadi lebih
nikmat. Di gerai ini, level kepedasan ditawarkan sampai level 5. Selain ayam
geprek, AYAM GEPREK PENDEKAR menyajikan
olahan ayam lain yaitu ayam goreng dan ayam bakar. Ada juga menu lele dan nila, juga bisa diolah
goreng maupun bakar. Ada
juga sambel belut, tapi ini mah jarang ada. Bandrol aneka menu ini
bervariasi, mulai dari Rp. 8.000,- sudah
termasuk lalapan dalam porsi kecil (potongan kol, timun, daun kemangi, dan
sambal matang). Baik ayam geprek, ayam/lele/nila goreng maupun bakar rasanya
enak, gurih. Hanya satu minusnya, potongan ayamnya kecil-kecil...
Menu lain yang patut dicoba ada tahu,
telur, tempe, terong goreng, terong crispy, jamur crispy, dan cah kangkung. Harganya dibandrol mulai Rp. 3.500,-.
Tiap pesan menu-menu itu, sudah termasuk sambal mateng ya. Harga yang
disebutkan tadi belum termasuk nasi, seporsi nasi dibandrol Rp. 3.000,-.
Menu ayam geprek, ayam goreng, ayam bakar, atau lele, nila... semuanya enak dan menjadi menu favorit bagi pengunjungnya. Agak beda denganku, saat makan di AYAM GEPREK PENDEKAR justru jarang benget pesen menu ayam/lele/nila, kecuali dulu pas awal-awal ya. Nah, sejak pertama kali pesan terong crispy dan cah kangkung, selanjutnya dua menu itu jadi favorit kalo’ jajan di sini (baca: se-la-lu dipesan). Dan setelah itu pun jarang banget ganti menu...
So, Kenapa terong crispy dan cah kangkung jadi menu favorit???
Karenaaa... potongan terong crispy lebih tebal dari terong crispy gerai sebelah. Udah gitu, porsinya juga
banyaakkk, hampir dua kali lipatnya gerai sebelah.
Harganya kalo’ nggak salah sama kok... Dan yang nggak kalah penting adalah,
rasanya enak gurih, dan teksturnya pun beneran crispy, kriuk-kriuk. Seporsi
terong crispy AYAM GEPREK PENDEKAR disajikan dengan sambal matang yang
rasanya juga enak dan khas. Di lidahku, ‒yang kurang tahan pedas, rasa
sambalnya udah lumayan pedas tuh... Terong crispy dibandrol Rp. 4.000,-.
Baca Juga :
Cah Kangkung ala AYAM GEPREK PENDEKAR
menurutku juga beda, selalu disajikan fresh!
Kangkung dimasak dengan bumbu ala masakan rumah, pakai banyak bawang dan cabai.
Jadi rasanya segar, sekaligus pedas, ‒bagiku rasanya cukup pedas. Cah Kangkung disajikan
dengan kuah melimpah... Porsinya juga lebih banyak daripada gerai sebelah. Dan yang paling aku suka
adalah, proses pemasakannya cepat menggunakan api besar. Hasilnya cah
kangkungnya matang tapi tekstur kangkungnya tetap crunchy, kriuk-kriuk gitu...
Dan warna kangkungnya masih hijau mentereng, kelihatan banget kalo’ masih
fresh. Saat disajikan pun masih
panas, jadi tambah mantap... Penyajian semua menu di AYAM GEPREK PENDEKAR menggunakan piring anyaman rotan yang
diberi alas kertas minyak berwarna coklat, ‒termasuk cah kangkungnya (ditambah
sendok untuk mengambil sayurnya). Harga Cah Kangkung seporsinya dibandrol Rp.
5.000,-
PS :
Untuk menu ayam gepreknya rasanya biasa aja sih kayak ayam geprek yang terkenal itu.
Jadi fotonya nggak usah ditampilkan yaa...
Untuk minumannya hanya ada tiga pilihan, es atau wedang teh atau jeruk *ini mah minuman wajib yang harus ada di warung tenda sampai restoran bintang lima. Bandrol harga es/wedang teh Rp. 2.000,-, es/wedang jeruk Rp. 3.000,-. Satu minuman lagi yang tersedia yaitu susu milo, bisa disajikan dingin atau hangat. Kalau aku jajan di sini habisnya nggak lebih dari Rp. 15.000,-, lumayan merakyat kan harganya...
Warung sederhana ini menempati sebuah bangunan semacam bangunan joglo,
tempat memasaknya ada di bagian depan. Ada tempat makan dengan meja dan kursi,
tersedia 5 meja, dan tiap-tiap meja bisa ditempat 6 sampai 8 orang. Ada pula tempat
makan lesehan, kira-kira tersedia 6 meja kecil untuk makan lesehan. Ada dua
washtafel untuk tempat cuci tangan, fasilitas lainnya ada toilet dan mushola.
Sehari-harinya, AYAM GEPREK PENDEKAR terlihat tidak
terlalu ramai, tapi pengunjungnya ajeg aja. Biasanya sih yang datang karyawan,
atau rombongan keluarga. Karyawan yang bekerja di sini nggak banyak, cuma 3 – 4
orang. Jadi pelayanannya terkesan lama, apalagi kalo’ pas jam makan siang dan
banyak pengunjungnya... Tapi karena udah terlanjur cinta sama terong crispy dan
cah kangkungnya, ya tetap sabar sampai tiba saatnya dilayani... Maklum aja
soalnya karyawannya nggak banyak, tapi aku yakin mereka berusaha cepat. Jadi jangan hutjat mereka kalau pelayanannya lama yaa...
Pas makan di AYAM GEPREK PENDEKAR tuh rasanya semilir, karena di bagian depan dan
belakang ada beberapa pohon talok yang besar. Di samping warung masih berupa
lahan kosong, belum ada bangunan. Selain itu didukung dengan gaya bangunannya...
Tempat parkir yang tersedia hanya ada di bagian depan, cukup luas untuk
ditempati belasan motor dan dua mobil. Tapi sayangnya selalu ada pengunjung
yang parkirnya berantakan. Tapi biaya parkir kendaraan di sini free, alias
gretong, alias ge-ra-tis...
Sampai sekarang, bagiku tempat makan ini jadi salah satu yang favorit. Berkali-kali datang, tapi belum bosan juga... Karena enak, murah, dan dekat, tempatnya pun nyaman... Mudah-mudahan cita rasa masakannya bertahan seperti juara, nggak ada penurunan, kalo' bisa semakin ditingkatkan... Semoga warung ini langgeng, karena kalau tutup, sebagai penggemar sejati tentu aku bakal patah hati... KAWAN RANSEL tertarik makan di sini??? Lansung aja agendakan, ikuti peta petunjuknya... Atau, sekali-kali, kita janjian makan siang bareng di sini... yukkk...
‒ Teks & Foto oleh : NISYA
RIFIANI / Oktober 2018 ‒
:: Don’t copy any materials in this blog without permission ::





