Mandatory Spot Kuliner di Surabaya : Special Belut Bu Yuli Cabang Dharmahusada
Ini destinasi kuliner yang wajib saya datangi ketika berkunjung ke Kota Surabaya : Spesial Belut Bu Yuli Cabang Dharmahusada. Pun Oktober 2026, ketika kunjungan ke Surabaya, saya menyempatkan untuk makan di sini. Sebenernya ada beberapa cabang warung Spesial Belut Bu Yuli, tapi saya biasa datang ke cabang ini. Alasannya sederhana, karena cabang ini buka siang hari. Pas untuk isi perut tengah hari...
Mandatory menu yang harus dipesan : Belut Goreng, ofcourse! Yakali ke spesialis belut tapi pesennya pizza! Kan ngacoo... Menu Belut Goreng di sini ada tiga pilihan tingkat kematangan, yaitu : belut goreng basah, belut goreng sedang, dan belut goreng kering. Dari ketiga pilihan tingkat kematangan, saya paling cocok dengan belut goreng sedang. Bagi saya, sangat pas dengan selera saya.
Saya pesan satu porsi belut goreng sedang, dan satu porsi nasi. Belutnya lumayan besar, dan porsinya mengenyangkan. Karena digoreng sedang, tekstur daging belutnya masih kenyal, tidak kering. Gampang dipisahkan dari tulang belakangnya. Walau digoreng sedang, tapi belutnya sudah matang ya... Citarasa daging belutnya gurih, dan tidak ada rasa amis.
Belut goreng disajikan di atas lemper, atau cawan kecil yang terbuat dari tanah liat, bersama dengan sambel. Memang jika pesan belut goreng, sudah include sambal. Ada tiga pilihan level pedas, yaitu pedas banget, pedas sedang, dan tidak pedas. Karena takut kepedasan, saya pesan sambel level sedang. Saya memang agak cupu kalo soal sambel, hihihi.
Di sini, sambelnya tipikal sambel matang dengan tomat dan terasi. Rasa tomatnya mendominasi, dibalut dengan rasa terasi yang tipis. Cita rasa keseluruhan cenderung asin, serius asin... Dan ternyata, sambel level sedang ini rasanya sama sekali tidak pedas gaes, hahaha! Sempet nyesel juga, tau gitu pesen sambel level super pedes...
Di lidah saya, rasa sambelnya kelewat asin. Apakah lidah saya ini terbiasa intoleran dengan rasa asin??? Who knows... Udah gitu, nggak pedes blasss. Tak kira selera timuran tuh bakal pedesss gitu, tapi ternyata tidak. Sebagai pengingat, next time, saya akan pesan sambal level super pedas ketika kembali ke sini.
Nah, istimewanya, selain sambel, pelengkap belut goreng disajikan bersama bawang putih goreng. Iya! Bawang putih digeprek, lalu digoreng sekulit-kulitnya. Inilah yang jadi ciri khas Belut Goreng Surabaya, beda dengan belut goreng di daerah lainnya. Rasanya gimana??? Ya rasa bawang putih goreng lah...
Karena bawang putihnya digeprek, jadi siungnya tidak semua hancur. Ukurannya juga beda-beda ada yang besar ada yang kecil. Jadi ketika digoreng, teksturnya juga beda-beda, ada yang kering, ada juga yang setengah kering. Yang kecil dan kering, teksturnya seperti bawang goreng kebanyakan. Yang siungnya besar, setelah digoreng teksturnya empuk dan kenyal.
Di Jogja, jarang banget ada yang menyajikan bawang putih goreng seperti ini. Mungkin ada, mungkin nggak banyak. Kalo' diantara kalian ada yang tahu, let me know yaaa. Biar bisa nyobain juga... Seporsi belut goreng disajikan dengan lalapan, sepotong timun, dan beberapa pucuk daun kemangi. Menurut saya terbilang pelit sih, bisa kali ditambah lagi lalapannya ^^
Menurut saya, pengelola harus lebih teliti lagi saat menyiapkan pesanan. Saya menemukan bawang busuk berwarna hitam di salah satu siungnya yang ikut tergoreng. Mungkin saat pemilihan bawang kurang teliti. Untungnya saya menemukan bawang busuk itu, lalu saya singkirkan saja. Selain itu saya juga menemukan isi staples di pinggiran lemper saya.. Duh, kalo sampe ketelen apa nggak bahaya tuh?!
Oke sekian mini review dari saya. Buat kalian yang mau ke Special Belut Bu Yuli Cabang Dharmahusada, bisa ikutin maps di bawah ini.
Rifia Nisya, Oktober 2026
Special Belut Bu Yuli Cabang Dharmahusada
Jl.Dharmahusada No. 112 Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya,, Jawa Timur, 60258.






































.png)
.png)

.png)
.png)

