Bakso Pak Jam Ironayan, Warung Bakso di Tengah Perkampungan yang Tak Pernah Sepi Pelanggan

May 17, 2018
EAT AND CULINARY

BAKSO PAK JAM IRONAYAN
WARUNG BAKSO DI TENGAH PERKAMPUNGAN YANG TAK PERNAH SEPI PELANGGAN

 

Kudapan satu ini adalah makanan yang paling mudah ditemukan di Nusantara, mulai dari Aceh hingga Papua. Dan warung bakso ini adalah salah satu warung bakso enak di Kota Jogja, adalah WARUNG BAKSO PAK JAN IRONAYAN. Meski lokasinya jauh dari pusat kota dan ada di tengah perkampungan, tetapi pelanggannya tak pernah sepi dan selalu datang silih berganti...

LALU, APA YANG MEMBUAT BAKSO IRONAYAN INI SPESIAL???


Cita rasa bakso yang istimewa dan berbeda dengan warung bakso yang lain adalah alasan mengapa warung BAKSO IRONAYAN ini selalu ramai pelanggan, meski pemburunya harus rela blusukan sampai ke dalam kampung. Bakso Ironayan diracik dari daging sapi asli tanpa campuran bahan tambahan, hanya diaduk bersama bumbu-bumbu bakso seperti bawang, lada dan garam. Satu porsi bakso isinya terdiri dari empat bakso, mie kuning, sawi hijau, irisan tahu coklat, ditambah dengan potongan bakso goreng yang cruncy, masih ditaburi dengan daun seledri dan bawang goreng. Baksonya berukuran tidak terlalu besar, teksturnya empuk di luar, sedikit kenyal, dan lembut di dalam. Bicara rasa, jangan tanya, gurihnya daging sapi dan bumbu-bumbunya terasa banget. Rasanya pengen ngunyah teroosss... Kuah baksonya sendiri bening, dengan rasa gurih dan segar.


Ada lagi yang spesial. Sambal yang disajikan ternyata diracik dengan teknik unik. Sebelum digiling, cabai yang digunakan digoreng dahulu. Setelah digiling dan diberi bumbu tambahan, digoreng lagi. Dengan dua kali penggorengan, membuat sambal menjadi lebih mantap. Hmmm, pantas saja cita rasa bakso jadi tambah nendang saat ditambah dengan sambal ini. Oh, ya, jika di warung bakso lain hanya disediakan kecap botol dan saos sambal botol, BAKSO IRONAYAN menyediakan juga saos tomat botolan. Konon, katanya saos tomat botolan seperti ini populer banget di Jawa Timur, ‒ini kata temen saya, Shinta Wuri. Setau sya, saos tomat botolan itu memang jarang ada di warung-warung di Jogja. Makanya, Shinta happy banget nemu saos tomat botolan ini pas pertama kali makan di sini. Pas sya nyocolin bakso ke saos tomat ini ternyata rasanya boljug, alias boleh juga...


Meski warung BAKSO IRONAYAN ini lumayan terkenal, tetapi bandrol seporsi baksonya masih masuk akal. Pelanggan hanya perlu mengeluarkan Rp. 12.000,- untuk seporsi bakso komplit. Untuk minumannya, hanya ada dua pilihan yaitu teh dan jeruk, bisa pilih es atau hangat. Tapi, minuman teh dan jeruk yang disajikan juga mantap, tehnya lebih kental, dan jeruknya lebih berasa. Harga Teh Rp. 2.000,- sedangkan Jeruk Rp. 3.000,-. Kalau suka bakso gorengnya, boleh nambah juga lho, semangkuk harganya mulai Rp. 2.000,-.

Cikal bakal warung BAKSO IRONAYAN ternyata sudah dimulai sejak tahun 1983. Pak Jamhari, pemiliknya, memulainya dengan berjualan bakso keliling. Beberapa tahun kemudian, Pak Jam membuka warung bakso sederhana di depan rumahnya dan berhenti berjualan keliling. Warungnya yang berukuran sekitar tiga kali delapan meter itu mampu menampung puluhan pelanggan. Tahun lalu, Pak Jam memperluas area makan di warungnya, yaitu menggunakan ruang depan, teras rumah, dan halaman depan untuk tempat makan lesehan.


Kalo’ sya sih sudah cukup sering makan di warung bakso ini. Karena lokasinya dekat dengan kantor, kalo’ nggak salah jaraknya kurang dari satu kilometer, hehehe... Kadang ada temen kantor atau relawan kantor yang ngajak makan siang di warung bakso ini, kadang mereka juga traktir, hehehe...

HOW TO GET THERE

Warung Bakso Pak Jam Ironayan berada di Dusun Ironayan, Kelurahan Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY.

Bagi yang ingin merasakan nikmatnya BAKSO IRONAYAN, opsional pertama bisa mulai dari jalan arteri (ring road) Jl. Ahmad Yani (Simpang Empat Jl. Wonosari). Lurus ke selatan sampai simpang empat ring road selanjutnya, belok ke kiri (arah plered). Atau opsional kedua, mulai dari Pasar Kotagede. Lurus ke timur sampai simpang empat ring road, lurus terus (arah plered). Ikuti jalan, lurus terus melewati dua pertigaan besar. Jangan berhensi sampai bertemu dengan Pasar Ngipik Baru (kiri jalan). Setelah Pasar Ngipik Baru ada perempatan, berbeloklah ke kanan menuju kampung. Masuk 50 meter, Warung Bakso Pak Jam Ironayan ada di kanan jalan, tepat di sebelah masjid.

Bakso Ironayan buka mulai jam 10.00 hingga jam 20.00 (maksimal).
Libur setiap hari Jumat.

[ Map ]



Ada yang udah pernah ke sini? Atau pengin ke sini lagi??
Yang lagi di luar kota, kangen nggak sama bakso ini???
Kalo’ kangen, ya ke jogjaaa doonggg...

‒ Teks & Foto by : Nisya Rifiani / Mei 2018 ‒
:: Please don’t copy any materials in this blog without permission ::

8 comments:

  1. Ahhh bakso! Aku sukaaa, enak banget makan bakso saat hujan atau hawa dingin :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, sama kayak aku, penggemar bakso... Menikmati bakso bisa kapan aja, saat panas pun enaakk... :)

      Delete
  2. Makan bakso tuh emang paling enaak. Kapan saja bisa nikmatin banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyess, apalagi kalau baksonya enaakkk...

      Delete
  3. Waaah aku belum pernah kesana selama pernah tinggal di jogja. Padahal dulu kampusku deket loh sama Bakso Ironayan. Huhuhu. Ya siap, secepatnya ke jogja lah. Kangen sama kuliner di area bantul juga hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, berapa tahun tinggal di Jogja? Kalau kembali bisa coba mbakso di sini... :)

      Delete
  4. bakso mah kesukaan saumiku, aku mau ngebakso kalau pas musim hujan atau di daerah dingin akan lbh nikmat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hampir semua orang suka bakso yaaa.. :)
      Bakso kalau dimakan pas cuaca panas juga joss, bikin gembrobyos...

      Delete

Powered by Blogger.